Jumat, 11 Januari 2019

PENGENALAN API DAN WEB API

Mengenal Apa itu Web API


Apa Itu Api ?

API merupakan software interface yang terdiri atas kumpulan instruksi yang disimpan dalam bentuk library dan menjelaskan bagaimana agar suatu software dapat berinteraksi dengan software lainnya. Ini dapat dicontohkan ada suatu program dimisalkan namanya adalah Z, program Z ini berisikan 2 fungsi yaitu “hidup” dan “mati” untuk kontrol lampu. Sedangkan masih dibutuhkan 1 program lagi yang bernama X, program X ini harus berisikan tentang program flip flop. Dan dalam pembuatannya kita tidak perlu membuat code nya dari awal, kita cukup memakai code dari program Z dan di modifikasi lalu di implementasikan untuk program X yaitu flip flop. Contoh inilah yang bisa disebut dengan penggunaan API. Dengan adanya api, programmer dapat berinteraksi dengan software lainnya melalui aturan aturan yang telah tersedia dan dengan mengakses resources melalui interface yang telah tersedia.

API adalah singkatan dari Application Programming Interface, dan memungkinkan developer untuk mengintegrasikan dua bagian dari aplikasi atau dengan aplikasi yang berbeda secara bersamaan. API terdiri dari berbagai elemen seperti function, protocols, dan tools lainnya yang memungkinkan developers untuk membuat aplikasi. Tujuan penggunaan API adalah untuk mempercepat proses development dengan menyediakan function secara terpisah sehingga developer tidak perlu membuat fitur yang serupa. Penerapan API akan sangaat terasa jika fitur yang diinginkan sudah sangat kompleks, tentu membutuhkan waktu untuk membuat yang serupa dengannya. Misalnya: integrasi dengan payment gateway. Terdapat berbagai jenis sistem API yang dapat digunakan, termasuk sistem operasi, library, dan web.

API yang bekerja pada tingkat sistem operasi membantu aplikasi berkomunikasi dengan layer dasar dan satu sama lain mengikuti serangkaian protokol dan spesifikasi. Contoh yang dapat menggambarkan spesifikasi tersebut adalah POSIX (Portable Operating System Interface). Dengan menggunakan standar POSIX, aplikasi yang di-compile untuk bekerja pada sistem operasi tertentu juga dapat bekerja pada sistem lain yang memiliki kriteria yang sama. Software library juga memiliki peran penting dalam menciptakan compatibility antar sistem yang berbeda.
Aplikasi yang berinteraksi dengan library harus mengikuti serangkaian aturan yang ditentukan oleh API. Pendekatan ini memudahkan software developer untuk membuat aplikasi yang berkomunikasi dengan berbagai library tanpa harus memikirkan kembali strategi yang digunakan selama semua library mengikut API yang sama. Kelebihan lain dari metode ini menunjukkan betapa mudahnya menggunakan library yang sama dengan bahasa pemrograman yang berbeda.
Seperti namanya, Web API dalam diakses melalui protokol HTTP, ini adalah konsep bukan teknologi. Kita bisa membuat Web API dengan menggunakan teknologi yang berbeda seperti PHP, Java, .NET, dll. Misalnya Rest API dari Twitter menyediakan akses read dan write data dengan mengintegrasikan twitter kedalam aplikasi kita sendiri.
Web API?

Web SAPI adalah software yang dibuat untuk menjembatani antara machine to machine dalam suatu jaringan atau suatu layanan yang memungkinkan terjadinya interaksi serta komunikasi antara sistem sistem yang berbeda ( interoperabilitas ) dalam suatu jaringan. Web service menyimpan data dengan suatu standar XML sehingga hal ini berakibat dimukingkannya komunikasi antara sistem operas, kompiler, platform yang berbeda. Dan dalam prosesnya, web service tidak memerlukan GUI karena web service bekerja dalam fungsi logic dan request data.

Fitur Web API
Untuk membuat Web API, beberapa hal yang harus disediakan adalah:
  1. Mendukung fungsi CRUD yang bekerja melalui HTTP protocol dengan method GET, POST, PUT dan DELETE
  2. Memiliki response Accept Header dan HTTP status code
  3. Response dengan format JSON, XML atau format apapun yang kamu inginkan. Akan tetapi kebanyak digunakan kedalam format JSON.
  4. Mendukung fitur MVC seperti routing, controllers, action results, filter, model, IOC container, dll.
  5. Web API dapat berjalan di Apache atau web server lainnya yang didukung sesuai bahasa pemrograman yang digunakan.
Web API seperti sebuah alamat web (end point) yang dibuat untuk menangani beberapa task sesuai request yang diterima, juga terkadang memiliki parameter sebagai data yang dibutuhkan agar dapat menampilkan hasil yang diinginkan, juga pada beberapa kasus untuk mengakses API dibutuhkan kode otentikasi yang telah diizinkan untuk melihat data yang diinginkan. Semua rule ini ditentukan oleh programmer yang membuatnya.

Perbedaan Web API dan Web Service

Seringkali saya mendapat pertanyaan tentang apa sih perbedaan antara web API dan web service? Berikut adalah perbedaan diantara keduanya:
  1. Semua web service menggunakan API tapi tidak semua API digunakan sebagai web service
  2. Web service memfasilitasi untuk melakukan interaksi antara dua perangkat atau aplikasi melalui jaringan. Sedangkan API bertindak sebagai penghubung antara dua aplikasi berbeda sehingga bisa berkomunikasi satu sama lain baik dengan ataupun tanpa jaringan.
  3. Web service hanya menggunakan 3 style yaitu SOAP, REST, atau XML-RPC untuk berkomunikasi sedangkan API dapat menggunakan style apapun.
  4. Web service selalu membutuhkan jaringan untuk pengoperasiannya sedangkan API tidak selalu memerlukan jaringan untuk operasinya.



Kesimpulan

Dengan artikel yang singkat ini setidaknya anda sudah paham untuk keperluan apa API digunakan. Metode pendekatan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan API menggunakan protokol yang telah kami tuliskan diatas masih tergolong protokol yang umum digunakan, masih ada banyak lagi yang belum kami tuliskan seiring perkembangan. Sedangkan bagaimana cara membuat API akan dibahas di artikel selanjutnya tergantung bahasa pemrograman apa yang digunakan
Intinya :
  1. Semua web service adalah API sedangkan semua API bukanlah web service
  2. Web service mungkin tidak support untuk melakukan semua operasi sedangkan API bisa
  3. Web service hanya menggunakan SOAP, REST, XML-RPC untuk berkomunikasi sedangkan API semua type dari komunikasi
  4. Web service selalu membutuhkan semua jaringan dalam pengoperasiannya sedangkan API tidak selalu menggunakan jaringan
  5. API memfasilitasi interaksi langsung antara 2 aplikasi yang berbeda sedangkan Web tidak, hanya menjembatani dalam sebuah jaringan.
.SUMBER
https://garudacyber.co.id/artikel/284-perbedaan-api-dengan-web-service
https://www.codepolitan.com/mengenal-apa-itu-web-api-5a0c2855799c8

KAGGLE

apakah Kaggle itu?
Kaggle adalah situs dan platform untuk berlomba membuat model terbaik untuk menganalisa dan memprediksi suatu dataset. Dataset ini diberikan oleh suatu perusahaan, dengan suatu deskripsi masalah tertentu. Misalnya, diberikan data rumah beserta fitur-fiturnya dan harga jualnya, dan deskripsi masalahnya adalah buatlah model untuk memprediksi harga jual berdasarkan fitur-fitur tersebut. Sederhana kan?
Kaggle sangat bermanfaat untuk semua yang berkecimpung di dunia data science.
Banyak perusahaan yang mempunyai permasalahan analisa/pemodelan data, namun mereka tidak punya sumber daya data scientist yang mumpuni untuk memecahkannya. Dengan Kaggle, mereka bisa meminta bantuan data scientist seluruh dunia untuk memecahkan masalah tersebut dengan membuat model terbaik. Istilah kerennya crowd sourcing. Biasanya dengan dengan imbalan hadiah.
Kaggle juga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk merekrut data scientist atau ML engineer, dengan cara menyelenggarakan kompetisi untuk tujuan rekrutmen.
Bagi kita praktisi atau pelajar data science, Kaggle sangat berguna untuk belajar, berlatih,  dan mempertajam skill dan insting data science kita. Dengan mempelajari write up atau ulasan orang lain dalam memecahkan suatu masalah, kita bisa mendapat banyak ide dan ilmu tentang bagaimana proses dan jalan berpikir dia memecahkan masalah data science. Lalu dengan ikut dalam kompetisi, kita akan diberi feedback tentang akurasi model kita, dan dari situ kita berlatih bagaimana membuat model yang lebih baik. Selama kompetisi, sering orang berbagi tips atau ide yang dia pakai, sehingga dari situ tidak hanya kita bisa memperbaiki model kita, tapi kita juga bisa belajar, menjadi lebih kreatif, sekaligus melatih insting pemecahan masalah kita.
Setelah kompetisi selesai, biasanya para pemenang atau orang yang mendapat skor tinggi akan menulis write up tentang solusi dia juga, sehingga kita bisa belajar solusi yang wow itu seperti apa.
Bahkan walaupun Anda masih pemula sekali, yang belum bisa koding membuat model sendiri (seperti saya saat menulis artikel ini), membaca ulasan Kaggle sangat berguna untuk mengetahui bagaimana contoh permasalahan data science di dunia nyata (misalnya, dataset di dunia nyata sering terdapat banyak cacat, tidak seperti dataset di kelas MOOC), bagaimana cara berpikir seorang data scientist dalam memecahkan suatu masalah, dan pengetahuan-pengetahuan apa yang harus dipelajari untuk membuat solusinya.

Kaggle adalah TopCoder untuk Data Scientist

image

Keuntungannya adalah data set yang digunakan adalah data set yang sudah baik dan hanya membutuhkan sedikit data cleansing. Bentuk nya tabular sehingga memudahkan kita untuk melakukan eksplorasi dan pemodelan.
Di kaggle banyak kompetisi yang berjalan, oleh karena itu kita akan memilih kompetisi yang mudah untuk dijadikan sebagai bahan latihan. Project Hello World di kaggle adalah kompetisi Titanic. Dalam kompetisi titanic kita akan memprediksi mana saja penumpang yang akan bertahan hidup atau selamat.
Segera saja kita mulai tanpa panjang lebar. Buka website berikut
https://www.kaggle.com/c/titanic
Lakukan registrasi jika anda baru pertama kali. Anda dapat sign in dengan menggunakan google plus, facebook ataupun twitter.
Hal yang pertama sekali perlu dilakukan adalah memahami deskripsi dari masalah yang ada. Hal ini dapat di lihat pada bagian description.
SNAGHTML13dc6643

Dari dekripsi tersebut kita mengetahui bahwa kompetisi ini tujuannya adalah memberikan tutorial bagi para pemula dalam kontes machine learning. Kita juga mengetahui bahwa tugas yang di berikan adalah memprediksi penumpang selamat atau tidak. Jadi tugas ini merupakan binary classification yang artinya memilih dari 2 pilihan ( selamat atau tidak )
Setelah anda mengetahui masalah yang harus dipecahkan tentu saja selanjutnya kita ingin melihat bagaimana kita akan melakukan deliverables nya. Format dari deliverables yang akan kita submit.
SNAGHTML13e1c36e
Dari penjelasan diatas kita dapat mempelajari format dari submission. Kita diminta untuk mensubmit file dengan format yang telah ditentukan.
Kita sudah mempelajari bagaimana submission nya, sekarang kita masuk ke bagian yang lebih seru yaitu mempelajari data yang ada dan formatnya. Kita dapat melihat di tab Data page.
image
Kita dapat melihat penjelasan dari data yang telah disediakan untuk kompetisi titanic.
image
Data set dibagi menjadi dua yaitu training data set dan test data set. Training data set akan kita gunakan untuk membuat model. Test data set adalah dataset yang kita pakai untuk membuat prediksi apakah selamat atau tidak.
Selain kedua data set tersebut kita juga diberikan contoh dari file submission yaitu gender_submission.csv
image
Mari kita perhatikan isi data set tersebut satu persatu. Pertama-tama kita akan melihat data set training

image
Kita dapat melihat bahwa formatnya adalah CSV dan kita juga mempunya header. Kolom yang akan di prediksi juga sudah tersedia yaitu kolom Survived. Mari kita lihat apa perbedaannya dengan test dataset.
SNAGHTML13ec73a3
Test dataset memiliki struktur yang sama dengan train dataset hanya saja tidak memiliki kolom survived. Oke sekarang kita akan melihat dataset terakhir yaitu submission.
image

Seperti yang kita lihat kita hanya memiliki dua kolom atau attribute yaitu passenger id dan status selamat atau tidak. File ini adalah file yang sudah memiliki format yang sesuai dengan penjelasan untuk submission. Kita dapat langsung saja mensubmit file ini ke Kaggle untuk Titanic.
Mari kita submit dan lihat hasil dari akurasi prediksi dari file tersebut. Untuk saat ini kita belum melakukan modeling atau bagaimana file tersebut dihasilkan, yang ingin kita dapatkan adalah sense dari bertanding di kaggle secara end to end. File di atas kemungkinan dihasilkan oleh salah satu algorithm blackbox yang dapat digunakan untuk binary classifier.

SNAGHTML13f29622
Klik submit prediction yang telah di sediakan.
image
Langsung saja drag and drop gender_submission.csv ke submission.
SNAGHTML13f4d10e
Klik submission maka file kita tersebut akan di grading secara otomatis. Setelah itu kita akan diberikan hasil dari submission tersebut.
image
Selamat anda telah berhasil memberikan submission pertama anda di kaggle. Anda adalah Kagglers now. Data Scientist !

SUMBER
https://indoml.com/2017/08/22/panduan-menggunakan-kaggle-untuk-pemula/
 https://weltam.wordpress.com/2017/04/20/berkompetisi-di-kaggle-part-1-perkenalan-dengan-platform-dan-dataset/

Measurement

Pengertian Pengukuran (Measurement)

  • Menurut Ign. Masidjo (1995: 14) pengukuran adalah suatu kegiatan menentukan kuantitas suatu objek melalui aturan-aturan tertentu sehingga kuantitas yang diperoleh benar-benar mewakili sifat dari suatu objek yang dimaksud.
  • Pengukuran bisa diartikan sebagai proses memasangkan fakta-fakta suatu objek dengan fakta-fakta satuan tertentu (Djaali & Pudji Muljono, 2007).
  • Menurut Endang Purwanti (2008:4) pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala atau peristiwa, atau benda, sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka.
  • Pengukuran dapat diartikan dengan kegiatan untuk mengukur sesuatu. Pada hakekatnya, kegiatan ini adalah membandingkan sesuatu dengan atau sesuatu yang lain (Anas Sudiono, 2001).
  • Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuntitas sesuatu (Zaenal Arifin, 2012).
  • Hopkins dan Antes (1990) mengartikan pengukuran sebagai “suatu proses yang menghasilkan gambaran berupa angka-angka berdasarkan hasil pengamatan mengenai beberapa ciri tentang suatu objek, orang atau peristiwa.
  • Menurut Zainul dan Nasution (2001) pengukuran memiliki dua karakteristik utama yaitu: 1) penggunaan angka atau skala tertentu; 2) menurut suatu aturan atau formula tertentu. Pengukuran merupakan pemberian angka terhadap suatu atribut atau karakter tertentu yang dimiliki oleh seseorang, atau suatu obyek tertentu yang mengacu pada aturan dan formulasi yang jelas. Aturan atau formulasi tersebut harus disepakati secara umum oleh para ahli.
  • Menurut Cangelosi (1995: 21) pengukuran adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa, mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka katakan, dan menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan.
  • Menurut Wiersma & Jurs (1990) pengukuran adalah penilaian numerik pada fakta-fakta dari objek yang hendak diukur menurut kriteria atau satuan-satuan tertentu.
  • Alwasilah et al.(1996), measurement (pengukuran) merupakan proses yang mendeskripsikan performa siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (sistem angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performa siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka
  • Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan pengertian pengukuran (measurement) sebagai kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.
  • Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu prose yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku.
Jadi, Pengukuran (measurement) adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan fakta kuantitatif dengan membandingkan sesuatu dengan satuan ukuran standar yang disesuaikan sesuai dengan objek yang akan diukur. Pengukuran bukan hanya dapat mengukur hal-hal yang tampak saja namun dapat juga mengukur benda-benda yang dapat di bayangkan seperti kepercayaan konsumen, ketidak pastian dll. Pengukuran dalam bidang pendidikan berarti mengukur atribut atau karakteristik peserta didik tertentu. Dalam hal ini yang diukur bukan peserta didik tersebut, akan tetapi karakteristik atau atributnya.

Definition

  • Measurement (pengukuran) adalah sejumlah angka atau symbol yang menjadi karakteristik dari objek yang telah mengikuti aturan yang ditentukan
  • Scaling (skala) merupakan rangkaian kesatuan yang menentukan derajat objek yang diukur

Jenis-jenis skala dalam pengukuran

  1. Nominal
Merupakan skala pengukuran yang disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristk dengan karakteristik lainnya. Skala nominal memberikan suatu sistem kualitatif untuk mengkategorikan orang atau objek ke dalam kategori, kelas atau klasifikasi.
Adapun ciri-ciri dari sekala nominal adalah:
a)      Kategori data bersifat mutually exclusive (saling memisah).
b)      Kategori data tidak mempunyai aturan yang logis (bisa sembarang), Hasil perhitungan dan tidak ditemui bilangan pecahan, Angka yang tertera hanya lebel semata.Tidak mempunyai ukuran baru, Dan tidak mempunyai nol mutlak.
Contoh : – Jenis Kulit : 1. Hitam, 2. Putih, 3.Kuning. Agka 1,2,3 hanya sebagai label saja.
  1. Ordinal
Skala Ordinal adalah angka yang diberikan dimana angka- angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Skala nominal digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah ke tertinggi atau sebaliknya. Skala ini tidak memberikan nilai absolute terhadap objek, tetapi hanya memberikan urutan (rangking) saja.
Adapun ciri-ciri dari skala ordinal antara lain : kategori data saling memisah, kategori data memiliki aturan yang logis, kategori data ditentukan skala berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya. Contoh, urutan siswa di dalam kelas berdasarkan tinggi badan, mulai dari paling tinggi ke rendah, siswa dengan badan tertinggi diberi urutan ke- 1, kemudian di bawahnya diberi urutan ke- 2 dan seterusnya.
  1. Interval
Skala Interval dapat memberikan informasi yang lebih dibandingkan dengan skala nominal dan skala ordinal. Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang dapat dipergunakan dalam  operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistic parametric.
Contoh :
Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2.
  1. Ratio
Skala Rasio pada dasarnya, memiliki sifat seperti skala interval, tetapi skala ini memiliki nol mutlak yang dapat menunjukkan ketiadaan karakteristik yang diukur. Panjang, kecepatan dan berat merupakan contoh skala rasio. Melalui skala ini kita dapat menginterpretasikan perbandingan antar skor.
Sebagai contoh, tinggi pohon 20 m adalah dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan pohon yang tingginya 10 m, kendaraan  yang melaju denagn kecepatan 60 km/ jam adalah dua kali lebih cepat dibanding kendaraan dengan kecepatan 30 km/ jam. Contoh lain, Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.

Klasifikasi Scaling Techniques

Image
Skala Comparative adalah jenis penskalaan yang melibatkan perbandingan langsung pada objek stimulus dengan lainnya
Skala Non Comparative adalah setiap stimulus obyek diskala secara independen dari obyek lain dalam himpunan stimulus

Skala Comparative

  1. Paired Comparison
  • responden diminta memilih 2 obyek pada satu saat dengan membandingkan beberapa kriteria
  • Data yang didapat ordinal
  • Contoh :
Bila ada n obyek maka ada (n(n-1)/2) pasang perbandingan obyek.
Membandingkan calon walikota mana yang paling disukai
Keterangan:
0=cawali pada baris lebih disukai daripada kolom
1 = cawali pada kolom lebih disukai pada baris
jumlah berarti berapa kali merek tersebut disukai
Image
  1. Rank Order Scaling
  • Responden diminta untuk mengurutkan beberapa obyek secara simultan berdasarkan beberapa kriteria
  • Contoh: Urutkan program pemerintah yang harus dijalankan terlebih dahulu
Program Urutan
Pendidikan 1
Kesehatan 2
Lingkungan 3
Ketenagakerjaan 4
Ekonomi 5
  1. Constant Sum Scaling
  • Responden diminta untukl mengalokasikan sejumlah point (nilai) untuk memberi harga pada beberapa merek berdasarkan kriteria tertentu
  1. Q-Sort Scaling
  • Responden diminta untuk memberikan rangkuman, untuk mengurutkan obyek berdasarkan kesamaanya pada beberapa kriteria, khusus untuk obyek-obyek yng relatif banyak dan butuh waktu cepat.
  • Contoh misalnya ada 100 atribut yang harus dibandingkan dari 100 obyek, masing-masing obyek diberikan satu warna kartu dan responden diminta menuliskan pada masing-masing kartu satu buah kriteria dan dimasukkan pada kotak yang dirutkan dari sangat setuju sampai dengan sangat tidak setuju

Skala non-comparative

  1. Continous rating Scale
Responden diminta untuk menentukan pendapatnya pada suatu obyek dengan memberikan tanda pada garis
Image
  1. Itemized Rating Scale
  • Skalanya diberi nilai pada setiap katagori
  • Skalanya urut sesuai posisinya
Yang termasuk dalam jenis ini antara lain Likert, Semantic dan Stapel


SUMBER
 https://yogapermanawijaya.wordpress.com/2014/10/16/pengertian-pengukuran-measurement-penilaian-assessment-dan-evaluasi-evaluate-dalam-pendidikan/
https://uwilan.wordpress.com/2013/11/16/measurement-scaling/

analisis di dalam SIG

  Analisa spasial merupakan sekumpulan metoda untuk menemukan dan menggambarkan tingkatan/ pola dari sebuah fenomena spasial, sehingga dapat dimengerti dengan lebih baik. Dengan melakukan analisis spasial, diharapkan muncul infomasi baru yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang yang dikaji. Metoda yang digunakan sangat bervariasi, mulai observasi visual sampai ke pemanfaatan matematika/statistik terapan (Sadahiro,2006).

Sebagai sebuah metode, analisis spasial berusaha untuk membantu perencana dalam menganalisis kondisi permasalahan berdasarkan data dari wilayah yang menjadi sasaran. Dan konsep-konsep yang paling mendasari sebuah analisis spasial adalah jarak, arah, dan hubungan. Kombinasi dari ketiganya mengenai suatu wilayah akan bervariasi sehingga membentuk perbedaan yang signifikan yang membedakan satu lokasi dengan yang lainnya. Dengan demikian jarak, arah, dan hubungan antara lokasi suatu objek dalam suatu wilayah dengan objek di wilayah yang lain akan memiliki perbedaan yang jelas. Dan ketiga hal tersebut merupakan hal yang selalu ada dalam sebuah analisis sapasial dengan tahapan-tahapan tertentu tergantung dari sudut pandang perencana dalam memandang sebuah permasalahan analisis sapasial (Cholid,2009:5).
Kemampuan analisis berdasarkan aspek spasial yang dapat dilakukan oleh SIG yaitu : 

1. Klasifikasi

Klasifikasi, yaitu mengelompokkan data keruangan (spatial) menjadi data keruangan (spatial) yang berarti. Contohnya adalah mengklasifikasikan tata-guna lahan untuk permukiman, pertanian, perkebunan atau hutan berdasarkan analisis data kemiringan kemiringan atau data ketinggian (peta topografi). Hasilnya berupa peta tata-guna lahan.

2. Overlay

Overlay, yaitu menganalisis dan mengintegrasikan dua atau lebih data keruangan yang berbeda. Contohnya adalah menganalisis daerah rawan erosi dengan meng-overlaykan (tumpang susunkan) data ketinggian, jenis tanah dan kadar air.

3. Networking

Networking, yaitu analisis yang bertitik tolak pada jaringan yang terdiri dari garis-garis dan titik-titik yang saling terhubung. Analisis ini sering dipakai dalam berbagai bidang. misaInya, sistem jaringan telepon kabel listrik, pipa minyak atau gas, pipa air minum atau saluran pembuangan.

4. Buffering

Buffering, yaitu analisis yang akan menghasilkan buffer/penyangga yang bisa berbentuk lingkaran atau poligon yang melingkupi suatu objek sebagai pusatnya, sehingga kita bisa mengetahui berapa parameter objek dan luas wilayahnya. Buffering misalnya dapat digunakan untuk menentukan jalur hijau di perkotaan, menggambarkan Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) yang dimiliki suatu negara, mengetahui luas daerah yang mengalami tumpahan minyak di Laut, atau untuk menentukan lokasi pasar, toko atau outlet dengan memperhatikan lokasi konsumen termasuk memperhatikan lokasi toko atau outlet yang dianggap pesaing.

5. Tiga Dimensi

Tiga dimensi, analisis ini sering digunakan untuk memudahkan pemahaman, karena data divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi. Misainya digunakan untuk menganalisis daerah yang akan terkena aliran lava jika gunung-api diprediksi akan meletus.


sumber
https://iam-ismail.blogspot.com/2011/09/konsep-analisis-spasial-untuk.html
 https://www.geografi.org/2018/02/analisis-spasial-dalam-sistem-informasi.html

Rabu, 24 Oktober 2018

Analisis Spasial untuk Pengolahan Data Spasial



Analisis Spasial untuk Pengolahan Data Spasial

sumber gambar: Genius Learning Solution

Analisa spasial merupakan sekumpulan metoda untuk menemukan dan menggambarkan tingkatan/ pola dari sebuah fenomena spasial, sehingga dapat dimengerti dengan lebih baik. Dengan melakukan analisis spasial, diharapkan muncul infomasi baru yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang yang dikaji. Metoda yang digunakan sangat bervariasi, mulai observasi visual sampai ke pemanfaatan matematika/statistik terapan (Sadahiro,2006).

Sebagai sebuah metode, analisis spasial berusaha untuk membantu perencana dalam menganalisis kondisi permasalahan berdasarkan data dari wilayah yang menjadi sasaran. Dan konsep-konsep yang paling mendasari sebuah analisis spasial adalah jarak, arah, dan hubungan. Kombinasi dari ketiganya mengenai suatu wilayah akan bervariasi sehingga membentuk perbedaan yang signifikan yang membedakan satu lokasi dengan yang lainnya. Dengan demikian jarak, arah, dan hubungan antara lokasi suatu objek dalam suatu wilayah dengan objek di wilayah yang lain akan memiliki perbedaan yang jelas. Dan ketiga hal tersebut merupakan hal yang selalu ada dalam sebuah analisis sapasial dengan tahapan-tahapan tertentu tergantung dari sudut pandang perencana dalam memandang sebuah permasalahan analisis sapasial (Cholid,2009:5).

Gambar yang terlihat di atas merupakan alur (Metode) dari proses penyelesaian analisis spasial. Metode tersebut merupakan metode yang banyak digunakan untuk menyelesaikan kasus-kasus spasial yang ada (Sadahiro, 2006). Kasus-kasus ini dapat berupa kasus: Petroleum pipeline routing, Determining the best location for an LNG plant, Designing and building structures of pipeline routing, Optimizing placement of biorefineries, Petroleum exploration play risk, Least-cost pipeline routing design, dan lain sebagainya.

Pengelolaan dan Analisis Data Spasial

Perkembangan yang cepat dan mudahnya akses untuk teknologi serta kualitas tinggi dari citra satelit dan keakuratan teknologi satelit navigasi, memungkinkan para pemangku kebijakan untuk memonitor penutupan hutan dan membuat rencana ruang yang informatif untuk memfasilitasi pembangunan berkelanjutan.
SEKALA menggunakan data satelit dan analisis spasial untuk menyediakan informasi yang akurat penutupan hutan dan perubahan penggunaan lahan. Kami menyediakan analisis spasial baik untuk aplikasi perencanaan maupun penelitian dalam rangka analisis kebijakan dan konservasi, seperti analisis untuk identifikasi High Conservation Value Forests, hutan dan tanah yang kaya karbon, dan identifikasi lahan terdegradasi yang sesuai untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit dan industri hutan tanaman.
SEKALA memiliki laboratorium Sistem Informasi Geografis dan penginderaan jauh yang peralatan yang memadai (yaitu plotter, software GIS berlisensi dan workstation), teknisi SIG dan penginderaan jauh yang berkualitas serta data spasial.
Beberapa analisis spasial yang kami tawarkan adalah untuk identifikasi:
  • Perubahan penutupan hutan
  • Perubahan penggunaan lahan
  • Kesesuaian lahan untuk perkebunan, misalnya kelapa sawit
  • Konversi hutan dan penebangan liar
  • Kebakaran hutan
  • Daerah dengan nilai konservasi tinggi (HCVF)
  • Kawasan hutan yang terdegradasi
Keahlian yang dimiliki SEKALA adalah meliputi bidang-bidang:
  • Pemrosesan citra satelit
  • Interpretasi citra secara digital
  • Pemetaan digital
  • Sistem Informasi Geografis (GIS)
  • Pengukuran tanah (surveying)
Referensi
http://www.sekala.net/id/pengelolaan-dan-analisis-data-spasial

Sabtu, 13 Oktober 2018

SIG - Pemodelan Data Spasial

Model Data dalam SIG



Data geografis di organisir menjadi dua bagian, yaitu: data spasial dan data atribut Riyanto et al (2009:43).
1.        Data Spasial
Data yang menunjukan (references) informasi mengenai ruang, lokasi, atau tempat-tempat di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta analog, foto udara, dan penginderaan jauh dalam bentuk nyata. Pada saat ini data spasial menjadi media penting untuk perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan pada suatu daerah tertentu. Dalam SIG, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu: 
Model data SIG dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
  • Model of Spatial Form, yaitu model yang menggambarkan struktur dan distribusi fitur dalam ruang geografis.
  • Model of Spatial Process, yaitu model yang menggambarkan interaksi antara fitur.


Tahapan membuat Model Data SIG

  • Mengidentifikasi fitur spasial dari dunia nyata
  • Menggambarkan model konseptual
  • Memilih struktur data spasial yang sesuai


Model Data Spasial

Dalam SIG, komputer memerlukan instruksi yang tidak ambigu untuk mengubah data mengenai entitas spasial menjadi representasi grafis. Cara Komputer Menangani dan Menampilkan Entitas Spasial

1. Model Data Spasial Vektor, menggunakan koordinat kartesian 2D untuk menyimpan bentuk entitas spasial. Point digambarkan dengan sepasang koordinat. Line dan polygon digambarkan dengan menghubungkan serangkaian point menjadi rantai dan polygon.

2. Model Data Spasial Raster, menggunakan setiap cell sebagai blok bangunan untuk membuat gambara dari entitas line, point, dan polygon.

Struktur Data Spasial

1. Struktur Data Raster
Struktur data raster merupakan struktur data yang direpresentasikan dengan pixel-pixel sebagai unit terkecil. Kelemahan atau permasalahan utama data raster adalah ukuran. Ini dikarenakan setiap nilai dari cell dan gambar harus disimpan. Untuk mengatasi kelemahan dari data raster, dapat dilakukan menggunakan metode pemadatan data. 

2. Struktur Data Vektor
Struktur data vektor merupakan struktur data yang terdiri dari point, line dan polygon. 
  • Point (node)   : 0-dimension, menggunakan 1 pasang koordinat (x,y), contoh: pohon, dll.
  • Line (arc)   : 1-dimension, menggunakan 2 pasang atau lebih koordinat (x,y) yang terhubung, contoh: jalan, sungai, dll.
  • Area (polygon)   : 2-dimension, menggunakan 4 pasang atau lebih koordinat (x,y) yang terurut dan terhubung dimana pasangan koordinat yang pertama sama dengan yang terakhir, contoh: danau, negara, dll.
Kelemahan data vektor adalah tidak mampu menggambarkan entitas spasial yang kompleks.

Metode Pemadatan / Penyimpana Data Raster

  • Run Length Encoding, mengurangi volume data pada baris demi baris. 
  • Block Encoding, menggunakan serangkaian block persegi untuk menyimpan data.
  • Chain Encoding, pengurangan data dilakukan dengan menentukan batas dari entitas.
  • Quadtree Data Structure, menggunakan ruang pengelompokan secara teratur.
(a) Run length encoding

(b) Block encoding

(c) Chain encoding

(d) Quadtree data structure


Topologi

Topologi adalah hubungan spasial antara fitur yang berhubungan atau berdekatan dalam data geografis. Prinsipnya, hubungan spasial dinyatakan sebagai list/daftar. Contohnya polygon didefinisikan oleh list of arcs atau lines.

Struktur Dasar Topologi
  • Konektivitas (Connectivity), yaitu arcs yang saling terhubung satu sama lain dengan arcs lainnya pada nodes.
  • Area Definition, yaitu arcs yang terhubung ke sekeliling area yang mendefinisikan polygon.
  • Kontiguitas (Contiguity), yaitu arcs memiliki arah dan sisi kiri dan kanan. Arahnya biasanya searah jarum jam (clockwise).

contoh:


Arc-Node Topology

Pemodelan Permukaan (Surface)

Model surface biasanya dibuat menggunakan Digital Terrain Model (DTM). DTM dibuat dari serangkaian point data ruang (x,y,z) yang teratur ataupun yang tidak teratur.

Pemodelan Jaringan (Network)

Model network terdiri dari serangkaian fitur linear yang saling terhubung melalui material, barang, dan orang manapun yang ditransportasikan bersamaan dimana komunikasi informasi tercapai.

Pendekatan untuk Menstruktur atau Menata Geografi Dunia Nyata pada Komputer

  • Layered Approach, merupakan pendekatan berlapis, metode yang paling umum untuk menstruktur geografi dari dunia nyata ke komputer.
  • Object-Oriented Approach, merupakan pendekatan yang melihat dunia nyata sebagai suatu set objek individu dan kelompok.

Sistem Pemodelan 3D

Sistem pemodelan yang mampu menggambarkan kompleksitas dunia nyata. Penggambaran 3D dari entitas dapat membantu memodelkan bentuk entitas dan hubungannya dengan proses spasial.

Sistem Pemodelan 4D

Sistem pemodelan yang mirip seperti 3D, tetapi dilengkapi dengan efek-efek nyata seperti representasi geografis yang dilapisi dengan foto udara (aerial photographs). 

 referensi
http://suciantinovi.blogspot.com/2016/11/sig-pemodelan-data-spasial.html
http://abanx-gian.blogspot.com/2015/11/model-data-dalam-sig.html

Kamis, 04 Oktober 2018

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

 
Pada dasarnya, istilah Sistem Informasi Geografis merupakan gabungan dari 3 (tiga) unsur pokok yaitu sistem, informasi dan geografis. Dengan melihat unsur-unsur pokoknya, maka jelas SIG merupakan salah satu sistem informasi dan SIG merupakan suatu sistem yang menekankan pada unsur “Informasi Geografis”.Penggunaan kata “Geografis” mengandung pengertian suatu persoalan mengenai permukaan bumi (Prasetyo, 2007).

Istilah “Informasi Geografis” mengandung pengertian informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diberikan atau diketahui.
Dengan memperhatikan pengertian Sistem Informasi, maka SIG merupakan suatu kesatuan formal yang terdiri dari berbagai sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan objek-objek yang terdapat di permukaan bumi. SIG bertujuan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa objek serta fenomena yang posisi geografisnya merupakan karakteristik yang penting untuk dianalisis (Fathansyah, 2005).
 
 
Sumber Data SIG

Data SIG dapat diperoleh dari beberapa sumber, sebagai berikut.
1) Penginderaan Jauh
Data yang diperoleh melalui citra penginderaan jauh berupa foto udara maupun dari citra radar dan citra satelit.
2) Data Teristris
Data teristris adalah data yang diperoleh secara langsung dari lapangan (di darat). Misalnya, data jumlah penduduk, jenis tanaman, kemiringan lereng, dan lain lain.
3) Peta Tematik Sekunder
Peta tematik sekunder adalah data yang berasal dari peta yang sudah ada, seperti pada geologi, peta tanah, peta hidrologi, dan lain-lain.
Komponen-kompoen SIG
Komponen SIG memiliki saling keterkaitan satu dengan yang lainnya, terdiri dari:
1.      Perangkat keras computer, terdiri dari  CPU, Memory, alat tambahan seperti scanner, printer.
2.      Perangkat lunak computer, terdiri atas system operasi, compiler dan program aplikasi (arc View, Arc GIS)
3.      Data Geografis
Data yang dapat diolah dalam SIG merupakan fakta-fakta di permukaan bumi yang memiliki referensi keruangan baik referensi secara relative maupun referensi secara absolute, dan disajikan dalam sebuah peta.
4.      Sumberdaya manusia.

Tahapan Kerja SIG
Tahapan dalam SIG mencakup tiga hal, yaitu masukan (input), proses, dan keluaran (output).
Seluruh informasi atau data SIG pada suatu wilayah dapat disimpan, dimanipulasi, dan dianalisis secara serentak melalui komputer. Selain dengan proses komputerisasi, cara manual juga dapat dilakukan, tetapi memakan waktu lebih lama. Tahapan kerja SIG dapat dilakukan sebagai berikut.
A. MASUKAN (input)
Dalam kerja SIG, mula-mula dibutuhkan data awal atau database, yaitu data yang dikumpulkan selama survei dimasukkan dalam komputer, atau peta-peta yang telah ada dilarik secara optis dan dimasukkan ke dalam komputer. Database dapat digunakan untuk pengelolaan lebih lanjut. Input atau data masukan dapat diperoleh dari penelitian (lapangan), kantor pemerintah, peta, dan data citra pengindraan jauh.
Secara garis besar, data dibedakan menjadi dua, yaitu data atribut dan data spasial.
1) Data atribut
Data atribut adalah data yang ada pada keruangan atau lokasi. Atribut menjelaskan suatu informasi. Contoh: hutan, sawah, ladang, dan kota. Data atribut dapat berupa kualitatif (contoh: kekuatan pohon), dan kuantitatif (contoh: jumlah pohon).
2) Data spasial atau data keruangan
Data spasial adalah data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempat di permukaan bumi. Data spasial disajikan dalam dua bentuk atau model, yaitu raster dan vektor.
a) Bentuk raster disajikan dalam bentuk bujur sangkar atau sistem grid. Grid pada komputer disebut sel atau piksel. Setiap sel mempunyai koordinat dan informasi. Koordinat titik merupakan titik perpotongan antara garis bujur dan garis lintang di permukaan bumi.
b) Bentuk vektor disajikan dalam bentuk sistem koordinat. Data ini terdiri atas unsur  titik, garis, dan poligon. Poligon adalah serangkaian garis yang berhubungan dan kedua ujungnya bertemu sehingga menjadi bentuk tertutup. Dapat dijelaskan bahwa titik awal dan titik akhir poligon memiliki nilai koordinat yang sama atau poligon tertutup sempurna.
B. PROSES
Proses dalam SIG dapat berfungsi untuk memanggil, memanipulasi, dan menganalisis data yang tersimpan dalam komputer. Jenis analisis data sebagai berikut.
1) Analisis lebar
Analisis yang mengolah data dalam komputer, kemudian menghasilkan daerah tepian
sungai yang yang lebar.
2) Analisis penjumlahan aritmatika
Analisis yang mengolah data dalam komputer, kemudian menghasilkan penjumlahan. Analisis ini dapat dipakai untuk peta berklasifikasi yang akan menghasilkan klasifikasi baru.
3) Analisis garis bidang
Analisis pengolahan data yang dapat dipakai untuk menentukan region atau wilayah dalam radius tertentu. Contoh: untuk  menentukan daerah rawan gempa, rawan banjir, dan rawan
penyakit.
C. KELUARAN (output)
Data yang sudah dianalisis oleh SIG akan memberikan informasi pada pengguna data sehingga dapat dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Keluaran SIG dapat berupa peta cetakan (hard copy), rekaman soft copy dan tayangan (display). Dengan SIG, setiap orang dapat membuat peta dan kemudian mengubah atau memodifikasinya dengan cepat kapan saja. Di samping itu, pengguna SIG juga dapat memproses ulang pembuatan peta dengan tingkat ketelitian tinggi kapan saja sebagai contoh dalam pembuatan peta Amerika Selatan berdasarkan berbagai informasi atau tema yang tersedia.
 
referensi
https://ringkasanbukugeografi.blogspot.com/2016/01/konsep-dasar-sistem-informasi-geografis.html
 
https://chries.wordpress.com/2009/02/24/konsep-dasar-gissig/

Sabtu, 03 Juni 2017

Membuat Kalkulator sedrhana Dengan NetBean


hai kali ini  saya akan mengajarkan kepada anda tentang cara membuat kalkulator dengan Java, tetapi dengan menggunkan IDE NetBeans,
okeh daripada anda penasaran yuk praktekin..

Step 1 : buka aplikasi NetBeans anda!
jika anda sudah memiliki aplikasi ini silahkan buka.

Step 2 : buat Project
setelah aplikasi dibuka, kita buat projectnya!caranya :
- pilih File pada menubar lalu New Project atau tekan CTRL + SHIFT + N
- kemudian pilih Java - Java Application kemudian Next
- akan muncul tampilan untuk memberi nama Project anda, saya menamakan KalkulatorJava, lalu klik Finish jika sudah!

Step 3 : buat Form
setelah membuat Project kita buat Form Kalkulatornya, caranya :
- klik kanan pada Project KalkulatorJava, lalu pilih New - JFrameForm...
- pada tampilan berikutnya kita beri nama dan lokasi tempat menyimpan
Class Name : KalkulatorJava
Location : Source Package
Package : KalkulatorJava
klik Finish jika sudah
dan akan terbentuk form

Step 4 : isi Form dengan Tombol
langkah ini kita akan mengisi form menggunakan Button dan Text Field
- isikan dulu form menggunakan TextField, untuk medapatkannya, pada Palette klik Swing Control - TextField drag TextField pada Form
- lalu ubah nama dan variablenya, klik kanan pada TextFieldnya - Edit Text (untuk mengubah nama) dan Change Variable Name (untuk mengubah variable)
Edit Text : kosongkan
Change Variable Name : text1

untuk ukuran, anda bisa mngubah sesuai selera anda.
- kita tambah tombol caranya sama, pada Palette - Swing Control - button, drag button tersebut ke Form
- hal yang sama, klik kanan pada button lalu Edit Text dan Change Variable Name
Edit Text : 1
Change Variable Name : cmd1

- langkah berikutnya, anda tata sendiri seperti gambar dibawah

atur button sebagai berikut :
button 1 ubah Variable Name menjadi cmd1
button 2 ubah Variable Name menjadi cmd2
button 3 ubah Variable Name menjadi cmd3
button 4 ubah Variable Name menjadi cmd4
button 5 ubah Variable Name menjadi cmd5 
button 6 ubah Variable Name menjadi cmd6
button 7 ubah Variable Name menjadi cmd7
button 8 ubah Variable Name menjadi cmd8
button 9 ubah Variable Name menjadi cmd9
button 0 ubah Variable Name menjadi cmd0
button C ubah Variable Name menjadi cmdclear
button = ubah Variable Name menjadi cmdsmdengan
button + ubah Variable Name menjadi cmdtambah
button - ubah Variable Name menjadi cmdkurang
button * ubah Variable Name menjadi cmdkali 
button / ubah Variable Name menjadi cmdbagi

Step 5 : isi Syntax
pada langkah ini kita isikan syntax pada button, pertama kita Double klik pada button 1
setelah didouble klik tuliskan syntax berikut
String cmd1Text = text1.getText() + cmd1.getText();
        text1.setText( cmd1Text );

untuk button 2 sampai dengan 0 caranya sama, double klik lalu ketikkan syntax berikutnya!!
untuk button 1 :
String cmd1Text = text1.getText() + cmd1.getText();
        text1.setText( cmd1Text );

untuk button 2 :
String cmd2Text = text1.getText() + cmd2.getText();
        text1.setText( cmd2Text );

untuk button 3 :
String cmd3Text = text1.getText() + cmd3.getText();
        text1.setText( cmd3Text );

untk button 4 :
String cmd4Text = text1.getText() + cmd4.getText();
        text1.setText( cmd4Text );

untuk button 5 :
String cmd5Text = text1.getText() + cmd5.getText();
        text1.setText( cmd5Text );

untuk button 6 :
String cmd6Text = text1.getText() + cmd6.getText();
        text1.setText( cmd6Text );

untuk button 7 :
String cmd7Text = text1.getText() + cmd7.getText();
        text1.setText( cmd7Text );

untuk button 8 :
String cmd8Text = text1.getText() + cmd8.getText();
        text1.setText( cmd8Text );

untuk button 9 :
String cmd9Text = text1.getText() + cmd9.getText();
        text1.setText( cmd9Text );

untuk button 0 :
String cmd0Text = text1.getText() + cmd0.getText();
        text1.setText( cmd0Text );

Step 6 : deklarasikan
langkah ini kita deklarasikan syntax untuk button Clear, =, ketikkan syntax tepat dibawah kode: 
public class KalkulatorJava extends javax.swing.JFrame {
private double total1 = 0.0;
private double total2 = 0.0;
private char math_operator;

lalu kita ketikkan sendiri syntax berikut, untuk posisi syntax ini terserah mua disimpan dimana aja
private void getOperator(String btnText){
         math_operator = btnText.charAt(0);
     total1 = total1 + Double.parseDouble(text1.getText());
     text1.setText("");

Step 7 : isi syntax 
langkah ini kita isi kembali syntax Clear, =, +,/,-,*
untuk button C (Clear) :
total2 = 0;
        text1.setText("");

untuk button = :
switch (math_operator){
            case '+':
            total2 = total1 + Double.parseDouble(text1.getText( ) );
            break;
            case '-':
            total2 = total1 - Double.parseDouble(text1.getText( ) );
            break;
            case '*':
            total2 = total1 * Double.parseDouble(text1.getText( ) );
            break;
            case '/':
            total2 = total1 / Double.parseDouble(text1.getText( ) );
            break;
        }
        text1.setText( Double.toString(total2) );
        total1 = 0;

untuk button + :
String button_text = cmdtambah.getText();
        getOperator(button_text);

untuk button - :
String button_text = cmdkurang.getText();
        getOperator(button_text);

untuk button * :
String button_text = cmdkali.getText();
        getOperator(button_text);

untuk button / :
String button_text = cmdbagi.getText();
        getOperator(button_text);

Last Step : Run
langkah terakhir adalah menjalankannya tekan F6 pada keyboard atau tekan tan Run seperti gambar dibawah

nah itulah ilmu saya, jika anda merasa kesulitan silahkan tinggalkan komentar anda